7 Proses Pembuatan Wine dari Anggur yang Baik dan Berkualitas

7 Proses Pembuatan Wine dari Anggur yang Baik dan Berkualitas

7 Proses Pembuatan Wine dari Anggur yang Baik dan Berkualitas – Minuman anggur atau yang biasa dikenal dalam bahasa Inggris dengan sebutan Wine. Bagi sebagian orang, menikmati wine di waktu yang tepat ialah momen spesial. Wine merupakan minuman yang terbuat dari fermentasi anggur dengan buah-buahan lain yang dicampur ragi.

Rasa yang didapat tergantung pada jenis anggur, atau pun campuran lainnya. Wine bisa difermentasi tanpa gula, asam, enzim, air, atau nutrisi lain pasalnya membuat sebuah wine sangat rumit. Tapi, bagaimana cara membuat anggur menjadi minuman wine yang baik? Ini penjelasannya.

Tata Cara Membuat Wine yang Baik

Wine jika diartikan ialah sebuah produk fermentasi alkohol dari buah anggur. Ada dua variasi wine yakni wine buah dan juga dan country wine. Keduanya terbuat dari fermentasi buah-buahan.

Tapi nyatanya, wine dalam pengertian tradisional yakni dibuat dari buah anggur dengan kulit tebal. Tapi bagaimana bisa anggur menjadi menjadi minuman wine yang difavoritkan oleh banyak orang?

1. Budidaya / Penanaman
Memberi perhatian lebih terhadap penanaman anggur merupakan sebuah langkah pertama yang penting dalam sistem produksi wine. Maka dari itu, proses pembuatan wine apapun jika bahan utamanya yakni anggur tidak baik, maka hasil wine yang diinginkan juga tidak memuaskan.

2. Pemanenan
Proses pembuatan anggur pertama dimulai dengan panen. Dalam proses ini, anggur dengan tingkat keasaman, kemanisan, dan rasa yang tepat dipilih. Anda perlu menyeimbangkan keasaman dan manisnya anggur.

Proses pemanenan juga tergantung pada cuaca. Keseimbangan aroma anggur mutlak diperlukan untuk menghasilkan anggur dengan kualitas yang bagus dan tinggi. Jenis wine juga disesuaikan dengan wine yang dihasilkan.

Untuk hasil yang berkualitas, para pembuat wine biasanya melakukan pemanenan sendiri dan tidak menggunakan mesin. Hal ini lantaran menurut para pemanen, mesin bisa membahayakan kualitas dari buah anggur.

Mungkin memang pemanenan menggunakan mesin merupakan salah satu metode yang tercepat, tetapi pemanenan manual biasanya dilakukan agar bisa menghasilkan buah anggur dengan kualtas yang tinggi di mana pemilihan anggur merupakan bagian penting.  Selama proses panen, cuaca juga harus sesuai.

Pemanenan

3. Penghancuran
Ini adalah proses dimana anggur siap untuk dihancurkan agar dapat dijadikan sebagai wine. Sekarang ini, semua orang melakukan penghancuran anggur dengan bantuan mesin, tidak seperti di zaman kuno dengan bantuan kaki.

Anggur ini disaring, lalu buah berkualitas buruk dikeluarkan dari batang dan daun, kemudian buah berkualitas baik ditempatkan di penggiling, batang dipisahkan dari buah, dan ditempatkan di fermentor. Penggilingan mekanis meningkatkan kualitas dan daya tahan anggur.

Proses menumbuk buah anggur untuk menghasilkan anggur putih memisahkan kulit, biji dan ampas untuk mendapatkan warna murni yang diinginkan. Ini melalui proses fermentasi bersama dengan kulit untuk membuat anggur merah berkualitas baik.

4. Fermentasi
Proses fermentasi dimulai biasanya dalam waktu 6 sampai dengan 12 jam setelah ragi ditambahkan. Biasanya, proses fermentasi ini akan berlanjut sampai gula diperoleh serta air fermentasi menghasilkan alkohol.

Namun, agar fermentasi bisa menghasilkan sebuah wine yang manis, biasanyapembuat anggur menghentikan proses ini sebelum gula berubah bentuk jadi alkohol.

Jus anggur yang diperas selama proses pembuatan anggur akan dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan baja yang tahan karat dengan ventilasi yang sangat lembut.

Biasanya, red wine akan difermentasi bersamaan dengan kulit yang dapat dengan mudah mempengaruhi warna dan tanin dari sebuah wine. Namun lain halnya untuk anggur putih. Biasanya, fermentasi dilakukan dengan memisahkan buah anggur dari kulit, batang, dan juga biji.

Lain halnya lagi dengan rose wine. Biasanya, proses vinifikasi yang menimbulkan warna merah hanya membutuhkan waktu 1 menit. Namun, proses fermentasi dari semua wine ini biasanya dapat dilakukan mulai dari 10 hari hingga lebih dari sebulan.

5. Penjernihan
Pada akhir proses fermentasi dimulai proses pemisahan ragi, tanin dan protein yang masih tercampur dalam tahap fermentasi yang disebut dengan penjernihan.

Biasanya, anggur akan dituangkan ke dalam wadah seperti tong kayu ek atau tangki stainless steel untuk menjaga anggur tetap jernih dan bersih. Pemurnian dengan pengendapan dapat mengurangi intensitas warna anggur merah.

Tetapi sebaliknya, pengendapan juga dapat meningkatkan warna pada anggur putih. Bahan kimia yang digunakan sebagai penyerap dalam masa penjernihan atau pemurnian yang paling umum digunakan adalah bentonit.

Zat ini ditambahkan ke anggur dalam bentuk bubuk halus. Bentonit ini akan dengan mudah menyerap partikel halus dan kemudian mengendap di dasar.
Perlu dipahami bahwa bentonit sangatlah efektif untuk melawan partikel protein yang menyebabkan kekeruhan pada anggur yang baru saja difermentasi.
Selain itu, bahan kimia yang satu ini juga dapat menyerap partikel protein yang disediakan secara berlebihan selama pemurnian.

6. Penuaan
Proses akhir ini memiliki dua pilihan yakni langsung dikemas atau diproses lagi agar lebih lama atau penuaan. Biasanya, proses penuaan dapat dilakukan untuk membuat anggur lebih stabil dan harum, ini dapat dilakukan dalam tong, tangki baja atau semen.

Namun, bahan dan ukuran wadah tergantung pada karakteristik anggur. Protein, zat koloid lain, serta sel mikroba cenderung mengendap seiring penuaan dilakukan terhadap wine.
Namun, selama proses penuaan, ion logam yang ada pada wadah bisa jadi langsung masuk ke dalam anggur. Kemudian terjadilah proses oksidasi dan membuat air wine menjadi keruh.
Sehingga, berbagai jenis mikroorganisme dapat berkembang biak. Namun, anggur yang dihasilkan harus bersih dalam proses penuaan ini.

7. Pembotolan
Akhirnya, anggur disaring agar dapat menghilangkan kotoran dan kemudian dilanjutkan dengan dibotolkan. Penuaan anggur dapat berlanjut sampai anggur dibotolkan ke titik di mana ia ditampilkan di toko dan dituangkan ke dalam gelas.

Selain itu, proses penuaan anggur membuat rasa anggur lebih lembut dan jernih. Oleh karena itu, semakin lama wine berumur, semakin baik rasa yang dihasilkan dan semakin tinggi harganya.

Sebuah wine dengan kualitas yang tinggi perlu proses produksi yang cukup detail dan juga hati-hati. Pasalnya, wine terbaik akan selalu menjadi salah satu incaran para peminatnya dikarenakan teknologi dalam produksinya benar-benar terukur.

Membuat wine dengan produksi yang baik akan selalu terbukti dapat memberikan rasa wine yang telah lama ditunggu-tunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.